Waktu
20 tahun sudah….
Waktu merejam kita berdua…
Kau yang tak tergapai
Dinding itu …. tembok berlin katamu
Jurang itu…jurang palungkah ?
Tak sanggup kau..
Tak mampu aku….
Hasrat kita..
Asa kita….
Hatimu ..hatiku …
Terbawa sang waktu…
20 tahun sudah….
Waktu merejam kita berdua…
Kau yang tak tergapai
Dinding itu …. tembok berlin katamu
Jurang itu…jurang palungkah ?
Tak sanggup kau..
Tak mampu aku….
Hasrat kita..
Asa kita….
Hatimu ..hatiku …
Terbawa sang waktu…
11 Responses to “Waktu”
Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!
G maksud
kerenzzzzzz……………
top deh………….!!!!!!!!!!!!!
[...] hari ini begitu terasa genting Aku menatap waktu yang terus berputar… Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang twerus kau pancarkan [...]
[...] manusia penuh dengan lika-liku Selalu berbeda tanpa batas ruang dan waktu Kegagalan kadang kala menyakitkan kalbu Jika tiada pembimbing bagi hati yang [...]
[...] semilir angin getar amarah gelora renjana teramat sangat inilah rasa…, dalam pacu-pacu waktu yang tak [...]
[...] tak pernah dijejak penuh semak berteman duri gelap…tanpa cahaya tiada benderang mungkin tak ada waktuku tuk ayunkan langkah [...]
[...] berlabuh…??? Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru. Sampai kapan ku harus arungi waktu,.. Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya [...]
Nirmala…
Disaat ia berjalan diantara duri-duri…
Lewat pandanganku..
Melalui kekagumanku..
Mungkin juga khayalku
Tak satu onak duri pun yang mampu menggoresnya…
Dalam kegalauan hati
Aku mampu melihatnya
Tapi tak mampu berkata
Walau ingin mendekat
Dari kejauhan batas kesuciannya…
Disini…
Diantara riuh rendahnya suara
Selalu kutemukan dia…
Dalam ketenangan…
Keheningan…
Sempurna anggunnya
Benar-benar seorang wanita yang sesuai dengan fitrahnya…
By: Saddam Zikri
Web: http://www.saddamzikri.wordpress.com (Puisi 7Hati)
Thank’s
bagus puisinya bagi2 donk
[...] hari ini begitu terasa genting Aku menatap waktu yang terus berputar… Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang twerus kau pancarkan [...]
[...] waktu dari jam tanganmu sedang kepastian selalu menjauh [...]