BOCAH YANG BELAJAR DARI KEHIDUPAN
July 3, 2009 by Dian damayanti lubis
Filed under Tema Umum
jauh tertinggal ,tenggelam dan terhampar disana
Raut wajah mungil, kosong dan hampa
Menanti induk di ujung jalan setiap malam
Tak kunjung tiba hati merana
Terpejam mata terhanyut lara
Tenggelam dalam mimpi sesaat
Terjaga raga tak berujud
Hanya senyum tipis penghantar hidup
Tapi dengan setitik harapan
Menantang buana kemudian
Mentari terbit di ufuk timur
Sembari tersentak jiwa terpanggil
Terayun langkah untuk sejengkal perut
Untuk pelanjut hidup
Tak pernah teriris hati terpaut
Seorang bocah tiada berinduk
Tetap tegar menantang dunia
Kokoh tiada bergeming
Tak pernah terhiraukan onak yang menusuk
Tak tergubriskan kaki yang tersandung
Tak terhapuskan linang airmata rindu
Kesepian melanda jiwa nestapa
Tapi tetap, tersenyum walau dikulum
Telah terlatih jiwa kesabaran
Menanggung nasib badan seorang
Tak terbiasa tangan terbuka memelas
Usaha terus berkelanjutan
Saat senja telah tiba
Kesepian meradang dalam
Hanyut terbawa di sela impi nan hampa
Walau harap tak pernah tergenggam
Walau semu datang menjelma
Itu adalah sebuah penantian
Tetaplah hadir walau hanya impian
Buah karya: Dian Damayanti Lubis

is o’k lh,w slut btw umur lo brp? nax mna?
ah bararutut…
puisinya bagus, tentu maknanya diapresiasikan secara berbeda oleh pembaca.dilihat dari penulisannya,memang menggunakan licencia poetica.terkadang huruf kapital di awal larik,terkadang huruf kecil. Puisi ini juga tidak memperhatikan persamaan rima atau menggunakan sajak tertentu. Selamat berkarya. boleh saya kenal lebih jauh dengan pengarang puisi ini?saya juga mau jika pengarang mengiring beberapa contoh puisi ke Email saya.Trims.
terima kasih atas komentar2 anda, semoga menjadi motifasi saya untuk lebih berkarya.
alamat saya: tebing tinggi sumatera utara
umur 30 thn
hp:0853 61077 493