Dalam cahaya yang redup

December 8, 2009 by moonrow  
Filed under Tema Umum

Dalam Cahaya Yang Redup

Lelaki itu sedang berpetualang mencari sebuah roman
dan dia berhenti sejenak di sebuah persinggahan
di sana dilihatnya seorang teman sedang menatap sebuah kaca
namun remang-remang karena tak cukup di hadiri cahaya

Lelaki itu pun menghampiri temannya
Menawarkan lilin² kecil yang dia tahu tak cukup benderang
Sang teman menatapnya sejenak dan bertanya,
Mengapa kau memberiku lilin² ini ketika aku ingin terpejam untuk selamanya…

Lelaki itu hanya tersenyum dan berkata,
Karena hanya ini yang aku punya agar kau bisa mengintip indahnya dunia
Namun jika tak cukup terang maka cobalah tuk melihat indahnya ciptaan-NYA
Yang sedang kau lihat terperangkap di dalam kaca
Yang menunggu raut mukanya dirubah menjadi bahagia
Yang menunggu parasnya di isi senyum yang dulu pernah ada
Oleh pemilik jiwa yang sedang termenung di hadapannya

Technorati Tags:

Apapun Aku

September 11, 2008 by anisa dhaniaprianty  
Filed under Tema Umum

Untuk pagi yang lupa menyapa selamat pagi
Dan untuk matahari yang abadi berdiri di atas langit
Memandangi apa yang tak ada di hari-hariku
Yang hilang diantara luapan asa antara iya dan tidak…
Ada cinta yang melupakan betapa banyak keringat dan air mata untuk tetap tersenyum
Bukan cinta katanya kalau kau tidak tertawa di buatnya
Hanya ungkapan selamat malam yang tidak pernah dan akan terucap di ujung lidah kelu
Diantara jari yang tidak berhenti memencet tuts piano dan keyboard laptop walau hari ku mulai larut
Jam 4 pgi menggigil melawan bosan melawan masa depan hampa penuh omong kosong

Bukan ini yang kulihat dan kata mereka hidup itu bukanlah pilihan tapi bagaimana kau menjalaninya walau harus menangis darah
Tak peduli kalau kau punya jalan pintas, yang meskipun itu ada, semua orang bilang jalan pintas itu tidak ada
Padahal kau merasa, kau menghirup, kau meraba, itu ada

Jadi untuk malam yang lupa mengucapkan selamat malam
Katakan padaku bagaimana cara menina bobo kan dunia
Disaat Nokia berdering jam 4 pagi mentertawakan peluh dan sumpah serapah pada rentetan angka
Sampah marketing dan makroekonomi yang aku sendiri persetan akan arti dan makna

Aku ini seni
Aku ini lantunan simfoni
Guratan acrylic
Dan warna lensa

Aku adalah malam yang tidak menyapa selamat malam
Dan pagi yang meludahi selamat pagi.

Aku ini aku
Yang kata mereka tidak ada

Technorati Tags: , , , , , , , ,