Hingga
February 7, 2010 by diana lani
Filed under Tema Umum
Hingga detik ini
Hingga hari ini
Hingga bulan ini bahkan
Aku masih menyayangimu
Aku masih mencintaimu
Aku masih menyukaimu
Walaupun..
Waktu telah berlalu begitu lamanya
dan aku tlah dimiliki orang lain
Tapi cintaku..
Cintaku untukmu takkan pernah lekang oleh waktu
Cintaku takkan kubri untuk orang lain slain dirimu
Cintaku abadi hanya untuk dirimu
Cintaku bukanlah ia yang memiliki
Karena..Hanya kau yg ada dihati ini
Hanya namamu yg sudah terukir abadi
Hanya dirimu yg sanggup menenangkan hati yg galau ini
Hanya kau..tak ada lagi yang lain
Harapan
December 27, 2009 by Ika Kireina
Filed under Tema Umum
Berjalan….dengan pasti langkah demi langkah
Menatap ke depan dengan segenggam asa dan cinta
Ku bawa…ku dekap erat tak kan kulepaskan…
Biar kuatkan ku di setiap liku jalan yang ku lewati…
Bertahan….tanpa keraguan waktu demi waktu
Menelusuri hari dengan setumpuk keyakinan
Ku simpan…ku jaga agar tak berkurang…
Biar temani ku di setiap hati ini bertemu dengan ragu…
Tersenyum…bersyukur….
saat pagi datang….saat siang menjelang…
saat malam mendekap….
Dengan segenggam harapan……cinta…dan keyakinan…..
Selalu berharap hari demi hari…waktu demi waktu….
kehidupan selalu bersahabat dan memberikan semua kebahagiaannya untukku juga untukmu….
Yang Tak Terlupakan
Kenangan ini..
Membuat ku terus tersenyum dalam tangis.
Luka ini..
Takkan terobati jika bukan kau yang mengobati.
Kau berikan luka tanpa obatnya.
Kau tinggalkan racun tanpa penawarnya.
Kau ajak aku dan tinggalkan di persimpangan.
Bagaimana ini semua bisa membuat ku tenang..?
Sedangkan kau bercanda ria dengan kekasih mu yang baru.
Aku di sini tergeletak di atas tanah beralaskan rerumputan.
Menangis tersedu-sedu menahan siksa batin yang bergejolak.
Hanya kenangan-kenangan indah kita yang mampu diamkan ku dari tangisan.
Takkan pernah ku coba untuk melupakan kenangan ini.
Karena memang takkan terlupakan.
190708
aku berdiri diantara dua asa
yang bimbang, ragu, dan marah
kenapa kau tak jauhi aku
ku coba ku lari kepuncak
kau tunggu dilembah hingga aku lelah menghindar
ku lari kelaut
kau tunggu dipantai hingga aku lelah berlayar
tiap kubuka mata dari tidur
kau sudah berada tepat disamping ingatanku
tiap kututup mata tidurku
kau sudah berada disamping mimpiku
cobalah kau mengerti
cinta tak kan selalu memiliki
sayang bukan selalu harus mendampingi
terus terang aku sayang dan cinta padamu
tapi takdir berkata lain
cobalah kau hidup dengan kehidupanmu
dan biarkanlah aku hidup dengan kehidupanku
biarlah cinta kita hanya menjadi kenangan di hati terdalam
hanya doa doalah yang masih patut kita panjatkan
untuk mu …..anggaplah aku
dan akupun akan tetap disampingmu hanya dengan doa
demi ketentraman, kedamaian hidupmu sekarang
(saya persembahkan khusus untuk “adiku” sayang :LW)
*******abeng,Cmh….2008
rindu
February 24, 2009 by nienktya
Filed under Puisi Rindu
aku mrindukanmu
ketika aku tahu kau tlah jauh berlalu
aku mencari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajahmu
aku memanggil namamu
diantara gelapnya hutan tak berlampu
kais,
dimanakah dirimu?
dimana kau sembunyikan wajahmu?
aku rindu…
Rindu
February 14, 2009 by nienktya
Filed under Puisi Rindu
aku mencarimu
dalam heningnya malam
dalam pekatnya pikiran
aku menunggunmu
diantara berjuta kebimbangan
diantara selusin kebohongan
mengapa tak jua kau datang?
padahal tkah lelah aku bertahan
akan kembalikah kau?
lunaku
February 14, 2009 by lonely boy
Filed under Cinta 2 Insan
Apakah dia…
apakah dia adalah keidahan maya yang membuat sang nyata terpesona?
ataukah hanya kerlip semu yang melenyapkan haru..
seusai kuabadikan hati untuk membuatnya tetap bermimpi…
aku bertanya…
layakkah??
atau akankah hanya menjadi retak hati yang mengekang masaku…
hening…
keindahan yang mengelilingi jiwa…
dan rasa sakit yang bercermin kala…
kenapa aku rela bertaruh…
pada kisah yang tidak bisa aku akhiri…
hanya pada sang mata tempatku bertanya…
hanya pada sang hati tempatku berjanji…
aku kan menjaganya, di saat indahnya
atau saat setan membuatnya meneteskan air mata…
aku sayang kamu lunaku…
aku sayang kamu…
lunaku…
21531
February 14, 2009 by itsme mujahidah
Filed under Tema Rohani
kenapa ada dua jalan disini
aku tak tau
kemana arah yang kutuju
Aku belum kenal daerah ini
petunjukpun takku punya
padahal….
sebentar laagi gelap
Dikananku persimpangan yang begitu luas
jalannya licin beraspal
cahanya berkilau
indah… memukau…
aku ingin lewat kesana
dikiriku ada jalan setapak
seperti tak dijejak
penuh semak berteman duri
gelap…
tanpa cahaya tiada benderang
mungkin tak ada waktuku
tuk ayunkan langkah kesana
aku mulai berjalan
melangkah dengan penuh semangat
menuju impian
terang…
menyenangkan…
ya…sangat…ndah
namunnn…
sekian lama ku ayun langkah
kenapa jalan ini kian menyempit
sepi..sunyi…
walau ditengah riuh
kemana lagi kan ku ayun
tak ada ujung jalan ini
semuanya menipuku
apa aku harus kembali
mengulang langkah dari awal
tapi…
perjalananku begitu jauh
aku takut waktu tak beriku kesempatan
aku terlalu jauh mengayun langkah
badanku tlah berbau
kakikutlah injak lumpur
rambutku dinaungi kutu-kutu
tulang-tulangku ngilu
sekujur tubuhku tak lagi bersih
aku takut orang-orangg disana mengejekku
mungkinkah ada dijalan itu
orang kumal sepertiku
demi tekadku…
tak apa kucoba mengulang
ya…aku harus mengulang
biarpun semua indah ini harus kutepis
selamt tinggal
jalanku..
indahmu tlah menipuku…
Luka hati
Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya
Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat
Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan
Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempuyai rasa
Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karma ku mencintai
Buka ,aku yang di cintai
Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati
Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku
Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya..
Jakarta, cinta, dan aku
Senja temaram menggantung di sudut kota
Tanpa bias
Tanpa asa
Hanya ada Jakarta, cinta, dan aku
Berdiam tanpa makna di antara ilalang yang tegak menantang
Ingin kugapai bayangmu
Namun…
Genta kerinduan tak jua menyingkir dari hasrat.
Hanya ada Jakarta, cinta, dan aku
Mematung tanpa daya di sela-sela siluet kesepian
Mengais kenangan demi kenangan yang pernah tercipta lewat suara
Lalu menyusunnya menjadi satu impian yang tak terelakkan.
Hanya ada Jakarta, cinta, dan aku
Yang tak pernah henti merajut doa untuk masa depan
Bersama udara pagi yang tersaji dalam bening embun
Hingga tahta malam yang gemerlap bertabur cahaya
Dalam satu nyawa…
Jakarta, cinta, dan aku.
