BILA
December 26, 2008 by yandra
Filed under Cinta 2 Insan
BILA
Bila kisahku harus kutulis dengan butiran airmata
apakah sebuah nasib akan berubah
bila siangku saja gelap
bagaimana dengan malam ku
mungkin itu akan lebih hitam nantinya…
bila hatiku terus mengalami kegundahan
kapan ketenagan batin kan kudapat
bila langkahku penuh kebimbangan
kapan diriki akan sampai ditujuan
bila hari-hariku harus kulukis dengan kuas kesedihan
kapan gambaran kebahagiaan dapat ku ukir
bila hidup ditakdirkan untuk bersama
kenapa aku tak hidup bersamamu
bila cintaku terus dikhianati
kapan cinta suci akan ku miliki
mungkin sampai nafasku pun berakhir diriku akan terus begini
tak pernah mengecap kebahagiaan dan memiliki cinta yang suci….
yandrahasibuan@yahoo.com
ALMAMATER
Setiap minggu pagi
Santri berseragam kuning
Berbaris rapi
Banyak dan ramai sekali
Ditahun 1990 kala itu
Semua bersatu padu
Bahu membahu
Mensyiarkan agama Mu
Mengikuti jejak Rosul MU
Abdul Hamid sang ketua IKPA
Roban yang perkasa
H.Ma’mun yang kaya
Lili Hambali yang masih jejaka
Dahlia Zahra yang jelita
Kami bahagia
Dengan semangat zihad slalu menggelora
Dalam dada
Al-Barkah tercinta….
Almarhum Bpk KH.Murtadho yang mulia
Kau rangkum kami menjadi keluarga
Yang penuh cinta bahagia
Namun kini….
Al-Barkah, almamater kami tercinta
Kenapa sunyi sepi….?!
Dimana semuanya kini?
Abdul Hamid, kenapa kecewa?
Roban, H.Ma’mun dimana kalian berada?
Lili Hambali yang kini pegawai swasta
Dahlia zahra yang masih terdengar suaranya
Kenapa almamater kami jadi sepi….?!
Tak ada lagi santri berseragam kuning
Yang berbaris rapi di tiap minggu pagi
kemana mereka pergi?
Akankah mereka kembali….?!
Kita harus kembali kesini sekali lagi
Bukan untuk menyalahi atau menyesali
Kita harus perbaiki
Kita bangkitkan kembali
Ramaikan kembali
Almamater yang telah membuat kita mengerti
Yang telah membuat kita berarti
Mari kita rapatkan barisan
Satukan fikiran untuk kemajuan pendidikan
Kita jalin kembali tali silaturahmi
Semoga ALLAH TA’ALA meridhoi
Amien…
Marsy
nafasahila@yahoo.com
CINTA MATI
December 23, 2008 by Arya Dwipangga
Filed under Tema Umum
Mati hanya sekali..
Dan hidup selalu berulang.
Namun,apalah guna aku hidup berulang-ulang,,
Jika tanpa adanya engkau disisiku.
Dan apabila dalam garis kehidupan,
Tidak pernah tertulis..
Bahwa aku takdirmu,dan engkau adalah takdirku,,
Maka…
Adakah yang lebih membahagiakan bagi setitik air,
daripada kembali ke Lautan tempatnya berasal.
Adakah Hidup lebih membahagiakan daripada Kematian.
kelam
December 23, 2008 by antzu@ripper
Filed under Tema Umum
Tersibak tabir kelam dalam jiwa yang beralas tilam.. terhujam sunyi dikala berakhir benci.. bak ‘simalakama’ membalut jantung hati.. sesat jika ku lurus, dan pekat jika ku menepi.. tak selamanya bias embun titik hujan hadirkan pelangi nan indah dan menawan.. tak semua impian dan harapan kan berujung menjadi kenyataan.. semua terlantah dari hati yang berselimut hitamnya benci, dan tlah terbakar muak atas perih yang terlewati..
terhenti
December 23, 2008 by ayke
Filed under Penantian Cinta
jika aku terluka
Adakah yg mengobati
Jika langkahku terhenti
Adakah yg dpt membuat ku melangkah lagi
Lama menanti
Ingin berhenti
Lama perahu oleng
Tak ada pulau untuk berlabuh
senandung di ujung malam
December 19, 2008 by theycallmendo
Filed under Tema Umum
Aku terjaga di kala sepi
Langit nan pekat berarak di atapku
dan butiran kecilpun turun perlahan dari angkasa
Iringi kesendirian dan kesunyian ini
Rusuk yang bergetar
Alunan nada yang memilukan hati
Hantarkanku ke dunia fana
Menatap langit dengan iba
Akankah malaikat kan turun dengan sayapnya
Nyanyikan lagu pengantar tidurku
Hingga ku terlelap
December 19, 2008 by vied
Filed under Penantian Cinta
Memendam rasa
Tak bisa ungkapakan rangkaiyan kata
Sebutir cinta tlah tumbuh
Serpihan harapan tlah menghilang
pejamkan mata sejenak
Hanya untukmu
Memberi kenyataan dalam khayalan
Tuk bisa milikimu
Hingga kuterlelap
ku takan menyesali
hingga ku tak terbangun
kan kubawa cinta ini slama nya
MIMPI INDAH
December 18, 2008 by evinsyah
Filed under Cinta 2 Insan
Bandoeng, At Myroom. Waktu minggu pagi hari ,30 Nov 2008
Especially to gadis berbaju kelam
Hari berganti hari telah berlalu malam ini seiring cahaya
bulan datang menyelimuti bumi…
Di saat mata ku terlelap oleh selimut mimpi indah tidurmu…
Di saat pikiran ku terbawa oleh bayangan-bayangan kehidupan
masa lalu mu….
Waktu mimpi semakin larut, berjuta warna kehidupan masa lalu ku…terhanyut mimpi indahmu yang berevolusi menuju perubahan zaman….
Waktu mimpi semakin sempit , nafas-nafas hampa tiada henti
menyerap jiwaku tanpa lelah….
Ketika cahaya bulan pergi meninggalkan dunia terucap waktu
selamat tinggal antara mimpiku dan mimpimu….
Sapaan embun pagi membasahi jendela hatiku….
membuat aku terbangun dari tidur Panjang dalam mimpi indahmu…..
Dan lembayung senja membawa mimpi indahku terbang ke langit biru……
Menjauh dari bayangan mimpi masa lalumu………………
KERINDUAN TANPA BATAS
December 18, 2008 by evinsyah
Filed under Puisi Rindu
Bandoeng, At Myroom. Waktu tengah malam ,2 Des 2008.
Especially to Gadis berbaju kelam
Kerinduan tanpa batas menghantui hari-hariku menembus
alam dimensi pikiran ku…….
Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir
kehidupan ini….
Sepatah kata rindu yang terucap dari suara hati ku terbawa oleh angin malam dalam mimpi indah mu…..
Semakin berulang kali kata rindu terucap dalam benak ku,
semakin aku terbangun memikirkan mu….
Rasa rindu ini berkecamuk dalam sanubari ini membuat raga ini tak berdaya melawan bayang – bayang wajah mu yang selalu mengikuti ku….
Semakin hari rasa kerinduan ini merusak sayap-sayap patahku, Semakin aku terbang jauh ke langit ketujuh lalu jatuh terhempas kehadapanmu…
Sebuah kata rindu yang tidak dapat dilukiskan oleh seribu bait-bait syair seorang pujangga tanpa nama….
sebuah kata rindu yang tidak dapat diukir oleh seribu pahatan seorang seniman tanpa nama……………
biarlah senandung kisah rindu ini menemani khayalan ku…..
saat aku berbicara pada dinding – dinding kamar menyebut nama mu selalu…….
Bahasa Rindu
Terpaku aku
diam membisu
tak sadar aku sebut namamu
akankah bintang kirimkan salam
menembus malam
membasuh rindu yang terpendam
Serindu akukah dirimu
Setangis akukah hatimu
Rindu ini tak ingin kubunuh
